Thursday, 26 June 2014

Baca dan pahami Al Qur'an jangan hanya menghapal.

Setan mengaku sebagai ahli tafsir

Sebuah kelicikan dilakukan oleh saifudin. Ia mengambil surat Al Baqarah ayat 191 tanpa memperhatikan ayat 190 yang saling berkaitan. Dia memfitnah bahwa ayat 2:191 membolehkan Muslim membunuh non Muslim. Kita lihat dengan urutan yang benar,  surat 2:190

2:190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, 
PERANGILAH JIKA MEMERANGI. KALAU MEREKA DAMAI MUSLIM HARUS LEBIH DAMAI

(tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
MUSLIM TIDAK BOLEH MEMBUNUH ORANG YANG MAU BERDAMAI.
TIDAK BOLEH MENYIKSA DAN MEMERASNYA. KECUALI PAJAK YANG SEWAJARNYA.

Surat 2:191

2:191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah);
YANG DIBUNUH ADALAH ORANG YANG MENGUSIR MUSLIM DARI MEKAH. MUSLIM MAU DAMAI SAAT ITU, TAPI MEREKA TIDAK MAU SEHINGGA MUSLIM TERSINGKIR. TIDAK MUNGKIN MENGGUNAKAN PERDAMAIAN KALAU MUSLIM MAU MASUK KE MEKAH LAGI. SATU SATUNYA CARA ADALAH PERANG SAMPAI MATI.

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, FITNAH SAIFUDIN SANGAT BERBAHAYA. MEMECAH BELAH PERSATUAN UMAT. MENYATAKAN BAHWA ORANG TIDAK BERIMAN BOLEH DI BUNUH. PADAHAL AYAT MENYATAKAN PERANG TERHADAP ORANG YANG MENGUSIR UMAT NABI DARI MEKAH.

dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
MUSLIM HARUS DAMAI, JIKA MEREKA TIDAK MAU DAMAI WALAUPUN DI MASJIDIL HARAM BOLEH BERPERANG.

Terlihat ia tidak menggunakan otak untuk menafsirkan dengan benar. Seperti dalam tulisan sebelumnya, dikatakan bahwa berperang tidak sama dengan membunuh. Jika musuh ingin sampai mati maka Muslim tidak boleh kalah. Kalau mereka damai, maka Muslim harus lebih damai.

Jika makhluk yang mengaku ahli tafsir saja otaknya berantakan, apalagi hanya menganjurkan hafal Al Qur'an sebanyak banyaknya tanpa tahu artinya.


No comments:

Post a Comment