Jadilah Islam yang lembut hati pada orang dan keras hati terhadap diri sendiri
Sungguh memprihatinkan jika melihat tulisan orang yang mengaku Muslim di internet saat menjawab atau mengomentari suatu pernyataan.
Mereka menggunakan kata-kata yang keras dan kasar untuk menghina atau menjawab hinaan pihak lain terhadap Islam.
Secara psikologis, ucapan negatif akan merusak hati yang mengucapkan dan menimbulkan energi negatif ke alam. Pihak lain yang menerima energi negatif akan menjawab dengan melontarkan energi negatif lagi sehingga energi negatif semakin kuat.
Bukankah kita diajarkan Lakum dinukum waliyadin? Hidup adalah pilihan dan kitapun hidup dengan pilihan kita.
Apakah karena mereka tidak membaca Qur'an, atau membaca tapi tidak mengerti maksudnya? Hal inipun jadi hinaan pihak lain yang menyatakan mengapa menggunakan bahasa Arab padahal tidak mengerti artinya.
Ini adalah pembodohan yang dilakukan sebagian ulama / ustad seperti sudah dituliskan dibeberapa tulisan sebelumnya, yang mendorong orang untuk menghapal sebanyak mungkin isi Al Qur'an tanpa menyuruh untuk mempelajari makna yang terkandung di dalam setiap ayat.
One day one ayah hanya bicara tentang menghapal Qur'an , tapi tidak dengan maknanya. apakah Qur'an itu mantra?
Termasuk hinaan terhadap Abu Marlo yang mencoba memahami Al Qur'an dicaci sebagai ahli sihir. Seharusnya tunjukkan yang benar. Atau karena merekapun tidak tahu cara membenarkannya sehingga mereka gelap mata menghina orang?
Tidak heran jika seseorang yang mengaku ahli tafsir bisa pindah agama karena dengan sedikit kemampuan bahasa arab dia bisa mengaku sebagai ahli tafsir. Misalnya di http://www.youtube.com/watch?v=sK-J7ZUi9xA
Padahal ia tidak menggunakan logika sama sekali dalam menafsirkan. Jika benar ia lulusan perguruan tinggi maka perguruan itu harus mengklarifikasinya.
Jum'at depan dilanjutkan dengan membahas apa yang dilakukan orang yang mengaku ahli tafsir di link atas.
No comments:
Post a Comment