Thursday, 10 July 2014

Jihad Bukan Membunuh

Berperang jika diperangi, jangan jadi teroris seperti saifudin.

Ayat selanjutnya yang digugat oleh saifudin adalah ayat 59:7 yang artinya:

Harta rampasan fai' yang diberikan Allah pada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, Kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin dan untuk orang yang dalam perjalanan,

JELAS PERUNTUKAN DARI PAMPASAN PERANG. KALAU PIHAK LAIN UNTUK SIAPA PAMPASAN PERANG?

agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang kaya saja diantara kamu. Apa yang diberikan Rasul padamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah.

TIDAK BOLEH UMAT BERPERANG UNTUK MENCARI PAMPASAN PERANG. APALAGI UNTUK MENAMBAH KEKAYAAN. TIDAK BOLEH RAKUS. JADI ISLAM MELARANG PERANG UNTUK MENCARI HARTA. UMAT ISLAMPUN TIDAK MAU ASAL BERPERANG KARENA HASILNYA TIDAK BISA JUGA DIKUASAI SENDIRI. SEMAU DIA.


dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat keras hukumannya.

TAKUTLAH TERHADAP HUKUMAN ALLAH KARENA SALAH DALAM MEMILIH JALAN SEBAB HUKUMANNYA SANGAT BERAT.

Islam adalah agama. Artinya harus ada aturan untuk semua kegiatan termasuk perang. Mungkin ada yang bertanya, mengapa Islam suka perang?

Kelihatannya mereka lupa bahwa Islam berperang dengan lawan. Dan perangnya di medan perang, bukan seperti tindakan sesat teroris yang mengaku Islam, membunuh orang yang tidak berperang. Itu kesalahan terbesar teroris. Sesat karena salah memahami ayat. Karena hanya baca Qur'an tanpa faham maksud dan artinya.

Ada lawan berarti bukan Islam yang menginginkan perang tapi kedua belah pihak. Jadi mereka juga harus bertanya mengapa pihak lawan suka perang? Karena mereka juga mempertahankan keyakinannya. Takut keyakinan dan kedudukannya hilang karena adanya agama Islam. Tidak ada perang Sabil jika tidak ada musuh yang berperang. Mengapa mereka hanya mempertanyakan Islam? Bukankah perang masih ada sampai saat ini? Detik ini. Pasti ada pampasan perang yang diperoleh.

Dalam sejarah awal, Islam dimusuhi dan dihambat perkembangannya. Hambatannya tidak hanya menyiksa, mengusir dari Mekah tapi juga sampai pada pembunuhan. Bagaimana cara menghindari pembunuhan? Tidak bisa dengan kasih dan damai karena Nabi sudah melakukan cara itu dengan cara mengalah untuk pindah dari Tanah kelahiran. Tetapi mereka tetap berusaha membungkam Islam dengan cara menghasut pemimpin dinegeri tempat Islam menyelamatkan diri. Pertanyaannya adalah, apalagi yang harus dilakukan agar tidak selalu menjadi korban? Jadi perang adalah keputusan untuk mempertahankan diri.

Dalam perang, kalau menang apakah yang harus dilakukan terhadap musuh? Apakah membiarkan mereka hidup seperti biasa? Lalu apa artinya perang?Bukankah mereka tidak boleh dipaksa untuk masuk Islam?

Maka hal yang harus dilakukan adalah mengambil pampasan perang sebagai bukti bahwa mereka menang. Apakah ada perang fisik di dunia ini yang tidak berhubungan dengan pampasan perang? Semua perang pasti berhubungan dengan pampasan perang. Kecuali perang batin atau urat syaraf.

Jika ajaran lain tidak menjelaskan bagaimana memperlakukan pampasan perang, maka Islam sebagai agama harus menuntun agar pampasan itu berguna dan mengurangi nafsu perang untuk mendapatkan pampasan bagi diri sendiri karena pampasan ternyata untuk kemaslahatan umat. Buktinya Islam kalah perang ketika pampasan perang menjadi incarannya.

Tidak mencari pampasan perang tapi konsekwensi menang perang adalah memperoleh pampasan perang. Logika sederhana yang tidak mampu dipahami saifudin.

Yang harus diingat adalah perang jika musuh memerangi. Jika tidak, itulah teroris yaitu orang yang sesat. 

Jadi itu bukan Robin Hood ala Islam karena bukan merampas harta orang baik, melainkan pampasan perang. 

Silahkan tunggu tulisan Jumat mendatang. Berilah saya semangat dengan menyebarkan dan mengomentari tulisan ini.


Link terkait:

http://bacapahamquran.blogspot.com/2013/11/teroris-adalah-orang-yang-tidak-paham.html

No comments:

Post a Comment